Wednesday, January 28, 2009

Muspimwil PKB JAWA TENGAH Atur Pola Kerjasama Caleg

Semarang, PKB Online - DPW PKB Jawa Tengah terus melakukan konsolidasi menjelang pemilu. Bertempat di Hotel Grasia Semarang, Senin (26/1), DPW menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) DPW PKB Jateng, yang dihadiri oleh seluruh Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz DPC PKB se-Jateng.

Ketua DPW PKB Jateng H Abdul Kadir Karding dalam sambutannya menegaskan, Muspimwil memutuskan beberapa hal diantaranya, mengatur pola kerjasama antarcaleg sehingga tidak terjadi perbenturan di lapangan. Kadir mengakui muncul gejala tidak sehat pasca munculnya kepeutusan Mahkamah Konstitusi yang mengatur suara terbanyak.

Eksistensi partai menjadi terabaikan, lantaran setiap individu caleg berlomba-lomba dengan caranya sendiri tanpa kerjasama dengan struktur DPC. Bisa juga terjadi sebaliknya, struktur DPC lebih memilih mensukseskan caleg yang mempunyai dana dan logistik yang melimpah. “Gejala yang paling menyedihkan adalah perjuangan ideologi yang dalam pemilu sekarang ini tenggelam oleh hiruk pikuk persaingan antar caleg. Lantaran demi kepentingan taktis pemenangan ada caleg yang melupakan iedeologi, karena dia berkerjasama dengan caleg dari partai lain ,” paparnya.

Untuk itu, kata Kadir, forum Muswil menyepakati sebuah aturan yang mengedapankan nilai-nilai agar eksistensi partai tetap terjaga. Forum juga mengedepankan aspek ideologi partai agar tetap menjadi pijakan setiap caleg dalam pertarungan politiknya. Ditingkatan teknis, ujar Kadir, forum juga mengatur pola kerjasama antar caleg, pembagian wilayah, tanggungjawab logistik, pembentukan saksi, serta aturan kampanye. ”Rumusan forum akan menjadi ketetapan dan keputusan yang harus dilaaksanakan oleh DPC, DPAC dan pengurus ranting,”imbuh Sukirman, Skretaris LPP DPW PKB Jateng.

MENJUAL PARTAI

Menanggapi acara deklarasi ke PDI-P, Direktur Eksekutif Pemenangan Pemilu LPP DPP PKB ini mengaku tidak risau dengan manuver politik KH Abdurrahman Wahid. Dilihat dalam sejarah, belum pernah ada cerita orang-orang dari NU yang mengalihkan pilihan politiknya ke PDI-P. Menurutnya koalisi lokal antara PKB yang dilakukan kubu gus Dur dan PDI-P Jateng hanya sekadar jualan jangka pendek dan untuk kepentingan politik sesaat. “Saya yakij beliau Gus Dur tahu, NU tidak segaris dengan PDI-P. Jadi ini hanya permainan orang-orang disekitar Gus Dur. Ini hanya untuk kepentingan sesaat,” ujarnya.

Kadir juga menegaskan, ada sejumlah alasan koalisi tersebut tidak akan berjalan. Kader dan simpatisan NU maupun PKB belum sepenuhnya percaya bahwa PDI-P mampu meneruskan aspirasi warga nahdliyin. Karding yakin suara PKB tidak akan terkurangi dengan koalisi itu. Karding menilai sangat naif jika ada pihak yang mengklaim 2,5 juta suara PKB akan lari ke PDI-P. “dalam pemilu 2004 kita mendapat 2,3 juta suara. Dan target kami sekarang ini pasti lebih, berarti klaim itu ngawur, “ tandasnya.

Sementara itu, Pengurus Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Syamsul Ma’arif mengemukakan, munculnya acara deklarasi yang mendukung PDI-P merupakan kegiatan yang dipelopori oleh segelintir orang yang mengatasnamakan PKB. Sekarang ini, terlihat jelas siapa sesungguhnya pihak-pihak yang menggadaikan dan menjual partai kepada pihak lain. Di saat setiap kader PKB bersemangat memenangkan PKB, namun ada segelintir orang PKB yang kecewa kemudian justru merusak tatanan PKB dan ideologinya dengan menjual partai ke PDI-P. “Saya yakin itu bukan Gus Dur. Melainkan ulah orang-orang memang tujuannya mendeskreditkan Gus Dur dan merusakan PKB. Saya kira bisa dilihat dari orang-orang yang hadir saat itu, adalah orang-orang yang selalu menjual kepentingan partai, sejak pilgub lalu,” tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Semarang KH Azim Wasiq menegaskan, digelarnya forum Muswil yang kebetulan digelar sehari setelah acara deklarasi tersebut, menunjukkan bahwa PKB Jawa Tengah solid tidak terpengaruh apapun. Semua yang hadir adalah Ketua Dewan Syuro dan Ketua Tanfidz DPC PKB se-Jateng. Pihaknya menyesalkan mengapa ideologi PKB dijual begitu murah kepada partai lain. “Arus bawah tidak terpengaruh sama sekali, ideologinya sudah berbeda. Kita bukan pengkhianat idelogi kita. Seperti di DPC Kota Semarang, semua solid bekerja tidak mengenal lelah untuk memenangkan PKB. Saya yakin yang hadir di sana kebanyakan massa dari PDI-P bukan massa PKB. Sedangkan elite-elite yang datang ya orag-orang itu saja, yang selama ini memang selalu menjual partai untuk kepentingan dirinya,” paparnya.(kir)

gue banget

forum sahabat yahoo
PROFITRELOAD BISNIS POPULER

300